Recents in Beach

header ads

Berpendidikan Tak Sekadar Uap


Hariku gelap, mudah terhempas gelombang.
Aku dicemooh oleh dunia, katanya aku ini bodoh.
Aku katakan dalam hatiku memang aku ini bodoh,
ya pada dasarnya setiap manusia itu bodoh.
Maka kubulatkan tekad untuk belajar.
Tapi sekolah membatasi imajinasi ku.
Harus sesuai SOP lah, belum saatnyalah, harus sesuai prosedurlah.
Tapi otakku selalu menggeliat menemukan celah dibalik itu.
Kulihat para pekerja kebanyakan tak mengenyam bangku sekolah dan ia bersyukur mendapat upah dengan kerja kerasnya.
Ia berkata yg penting mh skill dek.
Aku yakin yg di butuhkan masyarakat itu skill, hingga aku tak begitu peduli dengan sekolah.
Tapi sekolah menghantarkanmu menuju pekerjaan yg layak dek.
Aku mulai merenung yasudah aku serius dengan sekolah.
Lambat laun, banyak dari kawanku lulus lebih cepat dari sekolah.
Aku berpikir ya syukurlah mereka bisa lulus lebih cepat.
Tapi kondisi berkata lain, yg diharapkan pekerjaan yg layak malah harus sama seperti buruh yg kutemui sebelumnya yg penting mh skill dek.
Si buruh tertawa.
Dan aku dilematis mengenai hal ini.
Sebenarnya apa artinya sekolah ini.
Sampai aku berpikir ahh sialan buang-buang umur saja.
Ada sebuah konsep baru yg menyatakan sekolah adalah lahan untuk latihan.
Aku bilang apanya yg dilatih, aku tak bebas disini.
Aku diperlakukan sebagai ayam padahal aku ini burung.
Guruku bilang, yg penting kamu ikhlas saja dulu, suatu waktu akan ada hikmahnya.
Aku terdiam dan kesal dengan lembaga sekolah ini.
Kini usiaku 22 tahun aku malah bingung dengan diriku sendiri, sebenarnya aku ini apa.
Aku telah menerima banyak pengetahuan dan sekian banyaknya aku belum benar-benar mempraktekkan nya.
Ada yg hilang dan ada yg bertahan.
Sekolah yg baik yakni yang menemukan jati diri setiap muridnya.
Dan setiap anak manusia yg terlahir di dunia adalah spesial.
Utamanya orang Indonesia.
Orang Indonesia adalah makhluk terspesial yg di miliki umat manusia.
Betapa tidak ia adalah manusia multitalenta yg pernah ada diseluruh dunia.
Nyuci piring bisa, membangun rumah bisa, benerin listrik bisa, masak bisa, bekerja apapun bisa.
Kelengkapan dari segala macam kelengkapan.
Walau seperti itu orang Indonesia tetap harus bersama Tuhannya untuk menaklukkan dunia ini.
Tak bisa dipungkiri pendidikan adalah bagian diri dari masyarakat Indonesia.
Bukan lembaga nya, tapi lebih dari itu.
Pendidikan adalah proses seumur hidup.
Dan orang yang berpendikakan bukan hanya sekadar uap belaka.

Posting Komentar

0 Komentar