Hampa.. kosong.. semrawut.. begitulah gejolak jiwaku saat itu. Tak tahu harus kuapakan saat seperti ini, seperti tiada akhir hampa berkepanjangan.
Manusia tak habis-habisnya terus berkeinginan dan bercita-cita. Ketika ia sampailah pada suatu tujuan atau terkendala hingga akhirnya galau. Rasa hampa itu seringkali muncul dalam jiwa, kadang sesak hingga membuncah.
Sebenarnya..
Aku ini apa, siapa, dan harus kemana? untuk apakah semua ini?
Aku ini apa, siapa, dan harus kemana? untuk apakah semua ini?
Pertanyaan-pertanyaan itu selalu menyelimuti diri ini, kadang anggap saja angin lalu. Namun tak pernah usai untuk menjawab kekosongan dan kehampaan jiwa. Kadang ketika hal itu terjadi ku arahkan saja pada nonton film yg memotivasi dan inspirasi. Satu hingga dua jam telah usai menonton film itu, dua pertiga detik kemudian semangatku kembali. Hingga aku merasa dapat menaklukan semua masalah yg kuhadapi ini. Semua terlihat mudah, semua jadi terlihat gampang. Namun semua gairah dan semangat itu hanya sementara. Sementara hanya untuk waktu sebentar saja. Sebuah pertanyaan yg sama muncul kembali, "untuk apa semua ini?, mengapa, kenapa, apa, siapa dan untuk apa aku ini?." Jiwa dengan mudahnya hampa, kosong dan tak berdaya.
Hujan gerimis menggema, menerpa berkali-kali dalam jiwaku. Aku bingung, benar-benar bingung ketika hal ini terjadi kembali. Di jepang, menurut sebagian besar orang, ada namanya budaya bunuh diri. Bahkan pemerintahnya sendiri menyiapkan lokasi-lokasi khusus untuk bunuh diri itu. Heran memang, negara yg kita agung-agungkan, menjadi negara dengan teknologi dan kemajuan ekonomi yg mumpuni, dengan mudah manusianya mengakhiri hidupnya.
Yang kutahu, Allah hanya menghadapkan kita pada masalah yg kita sendiri akan mampu untuk melewatinya. Namun masalah kekosongan jiwaku ini masih tanda tanya besar bagi diriku.
Ku hela nafas panjang, duduk silah, mendengarkan sholawat-sholawat kanjeng Nabi. Walaupun aku belum terlalu suka lagu sholawat ini. Ditiap baitnya ketika mendengar kalimat pujian kepada Kanjeng Nabi dada ini membuncah, meneteskan air mata. Aku heran benar-benar heran. Seperti rasa kangen yg tak berkesudahan, yg sedikit demi sedikit membuat tersenyum walau setitik. Apakah ini salah satu yg kucari?
Setitik demi titik, ku nyari apa yg menyebabkan mengalami kehampaan jiwa seperti ini. Dalam memoriku mulai teringat sosok yg sangat zuhud, sayyidina Umar bin Khattab yg ditakuti oleh kalangan jin dan yg sangat dimuliakan Allah itu. Aku mulai teringat ulasan film tentang beliau. Ditiap malam-malamnya ia tak pernah lupa untuk bercengkrama dengan Allah, saking dekatnya kadang ia meneteskan air mata bertubi-tubi. Membayangkan beliau saja sudah cukup bagiku untuk sadar bahwa hidup di dunia ini cuma mampir, kadang juga aku ini tak tahu diri, tak pernah berkomunikasi pada sang Illahi, merasa semua masalah dapat mampu kuselesaikan. Kanjeng Nabipun yg jelas-jelas di jamin masuk Syurga ia sangat tahu diri, ditiap malam, ditiap nafas hidupnya tak pernah sejengkalpun sombong melupakan Allah bahkan kata Istrinya Sayyidinati Aisyah, sampai-sampai kaki Rasul bengkak hanya untuk bertahajud ditiap malam-malamnya, belum lagi hal lainnya.
Obat Hati
Kuperkirakan hati ini sakit dan sempit. Aku jauh dari Qur'an, aku juga mulai jauh kepada Allah, sholat hanya sebagai penggugur kewajiban, itupun seringnya ngga ikhlas.
Kuperkirakan hati ini sakit dan sempit. Aku jauh dari Qur'an, aku juga mulai jauh kepada Allah, sholat hanya sebagai penggugur kewajiban, itupun seringnya ngga ikhlas.
Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Qur?an lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Kaping pisan moco Qur?an lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo bisa ngelakoni
Mugi-mugi gusti Allah nyembadani
Mugi-mugi gusti Allah nyembadani
Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Quran dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perbanyaklah
Yang pertama baca Quran dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perbanyaklah
Salahsatunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti Allah mencukupi
Moga-moga Gusti Allah mencukupi
Nasihat-nasihat dulu yg mudah sekali aku lupakan, Ya Allah ya Rabbku ampunilah diriku dan bimbinglah diriku..

0 Komentar