Salah satu masalah hidup yg sering dihadapi generasi millenial ini ialah kurangnya manajemen prioritas.
Gairah muda mengantarkan ia kepada banyak kegiatan, banyak organisasi, penasaran dengan berbagai hal. Hingga akhirnya semua menumpuk dipundak dan pikiran.
Bisa jadi inilah yg menyebabkan stres, mudah di goyahkan atau bisa saja mager dan malas-malasanlah sebagai bentuk pelarian.
Gairah muda mengantarkan ia kepada banyak kegiatan, banyak organisasi, penasaran dengan berbagai hal. Hingga akhirnya semua menumpuk dipundak dan pikiran.
Bisa jadi inilah yg menyebabkan stres, mudah di goyahkan atau bisa saja mager dan malas-malasanlah sebagai bentuk pelarian.
Belajar skala prioritas mengantarkan kita pada kegiatan apa yg harus kita dahulukan, pentingkan, dan mana yang tidak. Bahkan ada pepatah yg mengatakan seperti ini, "Tidak ada orang benar-benar sibuk, yg ada hanyalah orang yg tidak meluangkan waktunya". Artinya ialah bahwa kita harus benar-benar bisa memanajen diri dan waktu. Dengan hal itu maka pemenuhan akan kebutuhan yang tidak tepat dapat dihindari.
Cara Menyusun Skala Prioritas
Dalam menyusun skala prioritas, ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan, yaitu :
1. Lihat dari Tingkat Urgensinya
Tingkat urgensi ialah tingkat kepentingan suatu kebutuhan yang harus dipilih dan didahulukan. Dapat dilihat pada bagan berikut :
Dalam menyusun skala prioritas, ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan, yaitu :
1. Lihat dari Tingkat Urgensinya
Tingkat urgensi ialah tingkat kepentingan suatu kebutuhan yang harus dipilih dan didahulukan. Dapat dilihat pada bagan berikut :
2. Kemampuan Diri
Seberapa hebat kita melakukan pilihan tapi jika tidak dibarengi kemampuan yang memadai akan menjadi beban tersendiri, sehingga pilihan yg diambil dapat sesuai dengan kemampuan diri. Kemampuan diri dapat diartikan sebagai kemampuan kita untuk dapat menentukan pilihan yang telah ditentukan baik dari segi keahlian maupun ekonomi. Selain itu untuk dapat menentukan mana hal yang harus didahulukan dan tidak ialah dapat digunakan tablel skala prioritas berikut :
Seberapa hebat kita melakukan pilihan tapi jika tidak dibarengi kemampuan yang memadai akan menjadi beban tersendiri, sehingga pilihan yg diambil dapat sesuai dengan kemampuan diri. Kemampuan diri dapat diartikan sebagai kemampuan kita untuk dapat menentukan pilihan yang telah ditentukan baik dari segi keahlian maupun ekonomi. Selain itu untuk dapat menentukan mana hal yang harus didahulukan dan tidak ialah dapat digunakan tablel skala prioritas berikut :
3. Peluang yang Dimiliki
Setelah menentukan pilihan yg harus didahulukan ada hal juga yang harus dipertimbangkan yaitu, apakah ada peluang untuk mengerjakan hal itu, baik itu waktu, tenaga dan modal.
Setelah menentukan pilihan yg harus didahulukan ada hal juga yang harus dipertimbangkan yaitu, apakah ada peluang untuk mengerjakan hal itu, baik itu waktu, tenaga dan modal.
4. Bayangan untuk Kedepannya
Agar tidak menyesal dimasa yang akan datang maka pertimbangan masa depan menjadi hal yang harus dipertimbangkan. Jika kita mengambil suatu amanah, pikirkan juga disitu akan ngapain dan kedepannya akan seperti apa
Agar tidak menyesal dimasa yang akan datang maka pertimbangan masa depan menjadi hal yang harus dipertimbangkan. Jika kita mengambil suatu amanah, pikirkan juga disitu akan ngapain dan kedepannya akan seperti apa

0 Komentar