Hingga akhirnya kutahu bahwa perjuangan hidup tak dapat dianggap remeh, semua mesti diperjuangkan, dengan darah, tenaga dan pengorbanan.
Kawan bukan saingan namun sebagai sahabat dalam menjalin kisah perjalanan hidup ini, setiap langkah, setiap jejak langkah, kita tak mungkin dapat melangkah sendiri. Adanya ia bukan juga sebagai batu loncatan, namun sebagai cara untuk berbagi dengan adanya ia saja sudah cukup membuatku tersenyum bahagia.
Langkah ini kian berat, waktu kita sama 24 jam sehari, banyak orang juga yg berkata bagaimana ia dapat memanfaatkan waktu yg 24 jam itu dengan efektif. Di usiaku yg kepala dua ini rasa-rasanya banyak distraksi yg menghambatku untuk dapat fokus dengan sebuah tugas. Beragam cara kucoba agar aku dapat mengatasi dostraksi dan bertahan dalam kelelahan, namun hasilnya? Ya seperti harus ngedadak lagi ngedadak lagi dalam menjalankan tugas. Aku sadar sih, bahwa hasil dadakan itu tak sematang proses yg telah di godok jauh-jauh hari. Mungkin benar apa yg dikatakan guruku tempo hari, hanya saja aku lama menyadarinya.
Ia berkata "Kita harus rela membunuh diri yg lama tiap detik, untuk mendapatkan diri yg baru tiap detiknya. Ibarat gini, kita ingin makan nasi, maka kita harus rela menghancurkan gabah atau beras untuk dijadikan nasi".
Tak pernah dalam hariku sestres ini, setertakan ini. Banyak kerjaan yg menumpuk, banyak hal yg harus dipikirkan.
Salah satu faktor tidak bahagianya seseorang ialah faktor stres, entah itu stres pekerjaan, stres keuangan atau lainnya. Stres ini adalah gangguan mental yg terjadi karena adanya tekanan. Tekanan biasanya muncul akibat gagalnya diri seseorang dalam memenuhi kebutuhan atau keinginan dirinya.
Kini masalah stres tidak terjadi satu atau dua kali dalam hidup, namun ditiap harinya aku hampir mengalamimya. Hingga pada suatu ketika, benar-benar aku jatuh sakit ketika menghadapi ini.
Cara mengatasinya menurut sebagian ahli ialah sebagai berikut, cukup rehat sejenak dan ambil jarak untuk refreshing sebentar. Ibarat sebuah hp butuh di charge, maka begitupun diri manusia, manusiapun butuh terus di charge tiap saatnya. Apalagi sedang mengalami tekanan yg luar biasa. Selain di charge manusia juga perlu memiliki kawan karib untuk berbagi, perlu berinteraksi dengan sahabat dan Allah Swt ataupun berolahraga. Bahkan ketika masalah-masalah itu terus mendatangi diri bukankah Allah telah berkata, bahwa Allah hanya memberikan masalah sesuai dengan kadar kesanggupan kita.
1. Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?
2. dan Kami pun telah menurunkan bebanmu dari mu
3. yang memberatkan punggungmu
4. dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.
5. Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan
6. sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan
7. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain
8. dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
(Al-Insyirah 1-8)
2. dan Kami pun telah menurunkan bebanmu dari mu
3. yang memberatkan punggungmu
4. dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.
5. Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan
6. sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan
7. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain
8. dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
(Al-Insyirah 1-8)

0 Komentar