Recents in Beach

header ads

Untuk Masa Depan Anak Cucu, Catatlah Sejarahmu


Dalam hidup kita sering menjumpai masalah, baik masalah pada lingkar diri, lingkar keluarga, lingkar negara hingga lingkar-lingkar yg berada diluar diri kita. Dan yang saya amati, manusia tidak akan pernah lepas dari masalah itu sendiri bahkan semenjak kita lahir hingga liang lahat masalah akan selalu menemani kita.

Ketika kita lahir masalahnya orangtua akan repot, keluarga serta orang yang menangani kelahiran kita pun demikian. Ketika kita tumbuh masalah akan muncul entah dari diri maupun luar diri kita, misalnya biaya pendidikan, nafkah untuk kita dsb. Ketika mati kita pun sama masalah masih menemani kita, ibarat sahabat kita harus akrab dengannya.

Sering berjalannya waktu kita tumbuh serta dewasa dalam memecahkan beragam masalah, kita naik level begitu pun dengan masalahnya. Maka seperti yang dikutip dalam Q.S Al-Insyirah, bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, apabila kita telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.

Bagi orang sepertiku yang bertipikal banyak menimbang-nimbang dalam berfikir tentu butuh referensi dalam menghadapi masalah, sekecil apapun itu referensinya, sekecil apapun pengalaman, dan sekecil apapun ilmu dan pengetahuan orang lain dalam menghadapi masalah yang dihadapinya tetap aku serap.

Tapi masalahnya literatur pengalaman, referensi maupun ilmu orang lain dalam menghadapi masalah tersebut banyak yang tidak tercatat dengan baik, akibatnya kita jadi salah sangka, salah duga dan salah mempersepsikan terhadap hal tersebut.

Akibatnya peradaban kita ibarat bayi yang baru lahir kembali ketika melahirkan suatu generasi baru, tak pernah belajar pada masa lalu atau sejarah, tak mengerti akar budaya dan peradaban yang sesungguhnya. Padahal diyakini bahwa sejarah bersifat mengulang bagai spiral dengan teks dan konteks yang mirip.

Kelemahan pencatatan sejarah pada dahulu kala menjadikan senjata ampuh penjajah dalam memanipulasi generasi muda kita. Generasi muda kini tanpa pemahaman sejarah budaya dan peradaban yang mumpuni ibarat tiang bambu yang rapuh, ketika pengaruh-pengaruh asing masuk, baik berupa pemikiran, paham maupun budaya (fun, food dan fashion) malah menjadi euforia/hype.

Maka mendokumentasikan sejarah pengalaman, perjalanan hidup, yang bermanfaat bagi orang lain sangat perlu dilakukan, dengan revolusi komunikasi yang kini sangat berkembang pesat, saya bermimpi generasi setelahku, masa depan kita semua adalah generasi yang lebih baik bahkan sebut saja Generasi Emas Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar