Sebelum menua, selagi masih muda, selama hidup kita, kita harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Manajemen diri, manajemen prioritas harus benar-benar diperhatikan. 24 Jam yang sama waktu dalam sehari mampu menghasilkan manusia dengan kualitas yang berbeda-beda. Jangan malas, jangan sia-siakan kesempatanmu, momentum masa ini tidaklah datang dua kali.
Wahai adik-adikku, jika engkau mampu menyadari hal ini sedini mungkin, aku yakin engkau tak ingin membuang waktumu secara percuma, waktu adalah emas!. Waktu engkau muda itu lebih dari sekadar emas, fisikmu, daya serapmu, nalarmu, semangatmu sedang menggebu-gebu. Salurkan ke hal yang positif, galih dan galih terus ilmu pengetahuan dan jangan sungkan tuk bertanya jika hal tersebut membuatmu tak mengerti.
Aku tahu dirimu sedang dilanda kebimbangan, bimbang akan jati diri, pilihan hidup dan pergaulan. Tapi wahai adikku, saranku pilihlah sesuai nuranimu dan jangan sungkan tuk cerita kepada orangtua dan guru-guru, barangkali dengan begitu mereka membantu menemukan dirimu. Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya, jalan hidup seseorang berbeda-beda, landasannya bisa jadi melalui hal itu.
Hai nak, ingat bahwa hidupmu ini abadi, walau disini hakikatnya sekadar mampir. Amatilah orang ketika berpulang, yang diingat pasti mengenai perilakunya, perbuatannya, tingkah lakunya, yang bermanfaat atau yang merugikan orang.
Dan malam tidaklah dingin, tidaklah semengerikan seperti di film-film horor, bangunlah nak di tengah malammu, ambillah air wudhu dan mohon ampunan kepada Rabbmu, yang rohman yang rohim, yang menciptakanmu, yang maha pengasih dan penyayang, karena nikmatnya hidup ketika engkau disayang, eaaa :D


0 Komentar