Paling tidak melalui mereka aku belajar mengenai sebuah kerja keras dan keceriaan. Aku tahu mereka memiliki beragam masalah yang sedang menimpahnya tapi terlihat diwajah mereka tak mencerminkan sama sekali mengenai hal itu. Mereka tak mengumbar rasa sedih, galau dan belas kasih atas kesusahan-kesusahan yang dialaminya. Sederhananya, hadapilah dengan senyuman dan kata lord didi kempot bilang, galau, patah hati, punya banyak masalah dijogeti wae. Sederhana memang, setiap masalah pasti akan ada jalan keluarnya entah cepat maupun lambat yang penting jangan sampai kita putus asa, putus harapan kepada Tuhan.
Terimakasih telah menjadi bagian dari cerita hidupku, terimakasih telah sama-sama berjuang untuk kepedulian anak-anak generasi selanjutnya. Kita terus menanam dan menyiram biar tuhan yang berhak tuk menumbuhkan, anganku cuma satu tanaman itu tumbuh menjadi lebih baik dari generasiku, dan indonesia menjadi bangsa Garuda sejati.
Garuda ketika berumur 40 tahun ia akan pergi kepuncak gunung, menyepi dan mulai menggrusuk-grusukan paruh dan cakarnya kebatu sampai lepas,ngibas-ngibas sayapnya yang berat agar terlepas juga, sangat menyakitkan, perih dan pedih bukan sehari dua hari tapi berminggu-minggu prosesnya. Lalu setelah melewati proses yang menyakitkan itu tumbuhlah paruh dan cakar yang baru, yang lebih kuat. Menambah kemungkinan usia hidup hingga 60 tahun. Bila tak ingin mengalami proses yang seperti si Garuda akan membusuk mati dalam kelaparan nanti, karena paruhnya tak kuat, daya cengkram cakarnya tak kokoh dan sayapnya berat dalam berburuh.
Dan tak perlu menunggu usia 40 tahun untuk itu, bagiku bila kita tak ingin terlindas zaman, kita harus menempa diri dari sekarang ini. Kita tak tahu esok kan seperti apa. Tapi kita akan tetap berusaha Tuhan, tuk menjadi Garuda ing sejati.
Dan menurutku, untuk semua kawanku yang telah diwisuda bukan lagi beranggapan welcome to jungle, ini semenjak dulu sudah hutan rimba raya, semenjak lahirpun demikian. Kita terus menghadapi tantangan yang lebih baru dan sekadar dengan kemampuan kita. Memang pelik kehidupan pasca kuliah aku sadari itu, tapi sepelik-peliknya dirimu masih lebih pelik orangtuamu. Guru yang terbaik adalah pengalaman dan orangtua sudah mengalami berbagai masalah sebelum kita, jangan lupa tuk bertanya pada orangtua. Karena mereka adalah guru terbaikmu. Semoga masalah kehidupan pasca kampus ini dapat terselesaikan dan level up. Doakan aku semoga cepat lulus ya, aamiin..


0 Komentar