Recents in Beach

header ads

Belajar Memahami Gaya Tulisan Sendiri


Akhir-akhir ini aku bingung mau nulis apa, yang membuatku bingung, ya mau nulis topik apa. Rasanya gaya tulisanku juga kalo ditimbang-timbang dan kuamati kembali gayanya tidak seperti pada umumnya, aku sendiri ketika selesai menulis agak bingung untuk memberi judulnya, kalo dibaca tulisanku bisa berbagai topik dan dimensi untuk dapat mengurai persoalan dan entah aku yang salah dalam menulis satu persoalan sebenarnya saling berkaitan dengan yang lainnya, jadi aku agak bingung ketika persoalan A yang berdiri sendiri dipecahkan dengan jawaban A. Intinya hidup ini kompleks.

Okelah misal dalam kasus PSK, apakah PSK memang benar-benar 100% manusia yang sangat bersalah? Kalau dijawab bisa iya atau juga mungkin, kita bisa meninjau dari berbagai aspek yakni bisa hukumnya, moralnya, keadaan yang membuat dia seperti itu, lingkungan, kebijakan pemerintah yang kurang bijak hingga terjadi seperti itu dsb.

Misalnya juga di suatu dari ada kejadian seorang nenek-nenek di jebloskan penjara karena mencuri kayu di hutan milik seorang pengusaha padahal dari dulu sebelum ada kapitalisme di berbagai bidang masyarakat biasanya mencari ataupun berburu dihutan untuk salah satunya memenuhi kebutuhan. Kalau dibahas lebih dalam kitapun tidak serta merta menyalahkan seorang nenek tersebut. Maka disini baik sebagai seorang penulis ataupun seorang penegak hukum harus bijak melihat keadaan tersebut, akal dan nurani harusnya turut terlibat.

Gaya tulisanku seperti ini meluas, melebar dan mungkin kompleks dalam memahami suatu hal, harap memaklumi hal tersebut. Tapi ya aku juga harus menguasai gaya yang menjadi standar media. Toh sebenarnya aku ini mulai tertarik dalam bidang ini, apakah aku dikonsepkan Allah untuk berperan dibidang inikah? Semoga selekas aku tes sidik jari Stiffin aku dapat menemukan diriku, diriku yang dikonsepkan oleh Allah, ya aku ini dikasih bakat apa, minat apa dan aku dapat singkron dengan kehendak Allah kepadaku. Aamiin.


Posting Komentar

0 Komentar