Recents in Beach

header ads

Filter Diri Hadapi Era Informasi


Kalau dikaitkan dengan zaman sekarang ini, dengan kemudahan akses internet yang ada. Seyogyanya membuat kita mudah dalam berkarya. Lalu mengapa banyak orang yang malah terjebak oleh internet? Maksudnya yakni sebagian besar hidup kita dihabiskan dalam internet.

Tak ada yang salah dengan kemajuan teknologi komunikasi saat ini, teknologi komunikasi bak pisau bermata dua, dapat berdampak positif dapat pula berdampak negatif.

Kebebasan informasi merupakan salah satu dampak dari adanya internet. Konten yang dulu harus dipilah pilih terlebih dahulu sekarang secara terbuka dan terang-terangan menerjang generasi muda kita.

Ibarat seperti ini, ada makanan untuk bayi, ada makanan untuk balita, ada makanan untuk remaja dan ada makanan untuk orang dewasa. Orangtua ke anaknya akan memfilter setiap makanan yang akan diberikan kepada anaknya, namun menjelang dewasa orangtua sudah yakin bahwa anaknya pasti bisa memilih dan memilah makanan apa yang ia makan.

Masalahnya kini orangtua tanpa sadar memberikan akses internet itu kepada anak-anak dibawah umur tanpa pengawasan tanpa mendidik filter dirinya. Hal ini jelas di pandang dari sisi manapun ibarat disodorkan berbagai makanan didepan dia, entah itu makanan baik atau buruk, anak-anak tetaplah anak-anak. Anak-anak dengan segala kepolosan dia, pasti penasaran dengan semua makanan yang disajikan di depannya, coba-cobalah ia merasakan semua makanan yang ada.

Hingga muncullah istilah internet sehat, internet positif dalam beberapa tahun belakang ini, apapun slogannya selama manusianya sendiri tidak dapat memfilter dirinya, tetap internet bak pisau bermata dua

Internet menyebut pemakainya sebagai user atau pengguna, kata ‘pengguna’ ini biasanya dipakai dalam subjek pengguna, yang berarti candu. Ya kalau dianalisir internet didesain untuk menjadi pecandu internet. Semua bidang dari A-Z sudah masuk dalam dunia internet saat ini, bahkan ada stereotipe yang berkata “kalau tidak masuk internet ketinggalan zaman”. Namun secandu-candu internet kendali tetap pada diri kita sendiri.

Posting Komentar

0 Komentar