Recents in Beach

header ads

Notulensi Mocopat Syafaat Edisi Agustus 2019

Mocopat Syafaat 18 Agustus 2019



- Sabar dan syukur -> ikhlas
- Manusia nilai yg berakhlak dan bernilai, mulai naik dari manusia transaksi,
Usahakan mendapat uang dari peristiwa akhlak dan kasih sayang Allah.
- Ikhlas, pekerjaan yg merupakan tangan panjang Allah.
- Segita cinta
- Diwajah mereka terpancar jejak jejak sujud
- Tajuk : Manusia nilai, manusia pasar, manusia istana/berlaku (menemukan kadarnya)
- Membaca diri masing2
- Bukan sekadar kuantitas tapi kualitas.
- Pembagian kelompok : Mahasiswa, pedagang, pekerja sosial.
- Manusia Istana :Pemimpin yg mengelolah
- Biasakan diskusi dan bertanya
- Kota raya dirimu harus ditata
- setiap manusia unik, punya ciri khas.
- Mengenal diri Anda, jgn mudah sedih, dan putus asa iri kepada org lain
- nikmat karena kepatuhan kepada Allah.
- jangan dipikir ini tenang-tenang aja.
- Dagang Utk kluarga, utk memutar, utk Allah hakikatnya.
- menemukan jenis kebahagianmu sendiri
- Cita-cita manusia berbeda, Tidak cemburu kpd siapa-siapa, nikmatilah dirimu.
- Menjadi bernilai
- yg bisa dipasarkan barang
- serahkan masalah kpd ahlinya
- manusia saling memberi ruang (rahmatan lil alamin)
- jangan kita monopoli sendiri

Empat Amniyat, jangkauan, cita-cita dan tujuan :
1.Jangan sampai mengalami salah pandang, keliru analisis, tidak tepat metode, atas segala yang berlangsung di sekelilingnya yang di khawatirkan akan menimbulkan kesedihan, frustasi, keputusasaan, keprihatinan, kemarahan dan apapun yg merugikan diri mereka sendiri.
2.Perlu saling menuntun utk mengetahui, memahami dan menerima dirinya, kehidupannya beserta semendasar mungkin prinsip kemakhlukan yang ditentukan oleh Allah.
3.Al Mutahabbina Fillah akan menjadi pengelola zaman beberapa langkah di depan kalian. Perkenan Allah dipertimbangkan berdasarkan kesungguhan kalian belajar dan berlatih menjadi manusia utuh, seimbang, pandai bersyukur, menemukan ketaatan yang nikmat kepadaNya.
4.piutang dari Allah dilimpahkan kepada seluruh ummat manusia di dunia untuk pada akhirnya menemukan formula husnul khathimahnya. Sejarah dunia dipenuhi oleh generasi-generasi manusia dengan egosentrisme, penuhan nafsu, pengkerdilan ilmu, penyempitan pengetahuan dan perendahan hakekat manusia dan kemanusiaan.


Posting Komentar

0 Komentar