Ahmad
Fuadi merupakan penulis novel mega bestseller
Negeri 5 Menara. Alumnus Pondok Modern Gontor, Unpad, University of London
dan George Washington University, pernah menjadi wartawan Tempo dan Voice of America (VOA). Beliau meraih
banyak beasiswa dan penghargaan bergengsi mulai Liputan 6 Award sampai Penulis
Terbaik IKAPI. Beliau menjadi pembicara di 5 benua dan sudah berkeliling ke
lebih dari 40 negara. Beliau juga adalah pemenang UK Alumni Awards 2016 dan
British Council dan fellow dari
Cultural Leader Program, Asia Center, Japan Foundation.
Dalam
acara TEDxMCU beliau menyampaikan 3 Tips sukses yang beliau jalankan, yaitu :
- Man Jadda Wajada
Hal
ini bermula saat beliau untuk pertama kalinya merantau kejawa, dipesantren
modern Gontor. Saat pertama kali beliau belajar, sang guru dengan semangat mengebu-ngebu
mengucapkan mantra ini Man Jadda Wajada, Man
Jadda Wajada, sontak seluruh ruang kelas dipenuhi gemuruh semangat mantra Man Jadda Wajada hingga tertanam kealam
bawah sadar para siswa pada saat itu.
Man Jadda Wajada bermakna “Siapa yang melakukan usaha yang sungguh-sungguh maka ia akan
mendapatkan apa yang di usahakannya itu”.
Dalam
hidupnya beliau selalu menggunakan mantra ini. Maka tak heran beliau
mendapatkan berbagai beasiswa dan sudah lebih dari 40 Negara yang pernah
kunjungi.
- Bermanfaat Bagi Orang Lain
Setelah
mendapatkan yang beliau inginkan. Setelah beberapa cita-cita yang beliau
impikan tercapai. Dalam pencapaian itulah, dalam jiwa manusia terkadang
mengalami kekosongan. Hal inilah yang membuat beliau termenung. Dalam pencarian
makna hidup inilah beliau mendapatkan jawaban , bahwasannya -- dimanapun dan
kapanpun juga hidup itu harus bermanfaat buat yang lain.
- Menulis untuk Berbagi
Manusia
pasti akan mati. Pada hakikatnya manusia itu sedang mengantri. Mengantri untuk
dipanggil olehNya. Oleh sebab itu tidak ada yang akan kita bawa keakhirat
kecuali amal kita.
Dan
amal yang membuat kita tetap hidup ialah menulis untuk kebermanfaatan bagi orang
lain. Pramoedya Ananta Toer pernah berkata
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

0 Komentar